Dari Gaji Fantastis Yamal, Terlihat Jelas — Laporta Memang Ingin Menyingkirkan Messi

Dari Gaji Fantastis Yamal, Terlihat Jelas — Laporta Memang Ingin Menyingkirkan Messi

Perpanjangan kontrak Frenkie de Jong bersama Barcelona adalah kabar baik bagi para penggemar Blaugrana. Sebelumnya, ia santer dikabarkan akan hengkang ke Manchester United, namun kesepakatan itu batal. Di balik layar, masalah sebenarnya ada pada gaji yang sempat tertunda pembayarannya — Barcelona bahkan dikabarkan ingin melepas De Jong atau memintanya menghapus tunggakan tersebut.

Namun De Jong tegas menolak. Setelah negosiasi panjang, akhirnya tercapai kesepakatan baru. Menurut laporan La Vanguardia, pembayaran gaji tertunda dari musim-musim sebelumnya sudah dilunasi tahun lalu dan tahun ini. Sisa pembayaran yang awalnya direncanakan hingga 2026 kini disebar ke dalam kontrak baru selama tiga tahun. Dengan gaji €18–20 juta per tahun sebelum pajak (€9–10 juta setelah pajak), De Jong kini berada di jajaran pemain dengan gaji tertinggi bersama Pedri dan Raphinha.

Bagi De Jong, bertahan di Barcelona adalah pilihan utama. Setelah masalah gaji diselesaikan, kedua pihak kini bisa melangkah maju. Namun dari kasus ini, satu hal menjadi jelas: melihat gaji luar biasa Yamal saat ini, keputusan Laporta untuk melepas Messi dulu bukan karena keterpaksaan — melainkan kesengajaan.

Saat Messi kembali ke Barcelona usai Copa América, semua orang yakin perpanjangan kontraknya tinggal menunggu waktu. Namun setelah serangkaian penundaan, Laporta tiba-tiba menyatakan perpanjangan itu “tidak mungkin” karena batas gaji klub. Nyatanya, alasan itu hanyalah dalih untuk menutupi keputusan yang sudah dibuat sejak awal.

Messi yang saat itu tidak memiliki tim manajemen besar, hanya bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Banyak pihak menyalahkan gaji tinggi Messi yang dianggap membebani klub. Tapi lihatlah sekarang — Yamal yang baru berusia 18 tahun sudah menerima gaji sekitar €40 juta sebelum pajak! Jika batas gaji benar-benar menjadi masalah, bagaimana mungkin hal ini terjadi?

Lebih ironis lagi, Messi sebenarnya bersedia menurunkan gajinya hingga sekitar €15 juta setelah pajak, bahkan setuju pada skema pembayaran tertunda. Namun tetap saja ia dibiarkan pergi. Kini dengan gaji fantastis Yamal, semuanya menjadi jelas — Laporta tidak “terpaksa” melepas Messi. Itu memang keinginannya sejak awal.