🧪 Penghargaan Nobel Kimia 2025 Diumumkan: Tiga Ilmuwan Dihormati atas Terobosan “Rangka Logam-Organik”

🧪 Penghargaan Nobel Kimia 2025 Diumumkan: Tiga Ilmuwan Dihormati atas Terobosan “Rangka Logam-Organik”

Pada 8 Oktober waktu setempat, Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia mengumumkan bahwa Penghargaan Nobel Kimia 2025 dianugerahkan kepada Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar M. Yaghi atas kontribusi luar biasa mereka dalam pengembangan metal–organic frameworks (MOF).
Ketiganya akan berbagi hadiah sebesar 11 juta krona Swedia (sekitar Rp 18 miliar).

Penemuan mereka membawa kimia ke babak baru—menggabungkan rekayasa struktur dan desain molekul. Bahan MOF yang ringan, berpori, dan serbaguna kini digunakan untuk penyimpanan gas, katalisis, penangkapan karbon, dan pengiriman obat, menjadikannya salah satu pilar utama ilmu material modern.

🧬 “Kimia: Ilmu yang Menyatukan Segalanya”

Sejak 1901, Hadiah Nobel Kimia telah dianugerahkan 116 kali. Namun, banyak pencapaiannya melampaui batas tradisional kimia—menyentuh fisika, biologi, bahkan kecerdasan buatan.

Contohnya:

  • 2024: Kecerdasan buatan membantu memecahkan struktur protein.
  • 2020: Teknologi penyuntingan gen mengubah dunia medis.
  • 2017: Mikroskopi elektron kriogenik membuka cara baru melihat kehidupan.

Penghargaan tahun 2025 kembali menegaskan bahwa kimia adalah jembatan antarilmu—penghubung antara atom kecil dan ide besar.

🔬 Dari Jeans ke Baterai: Kimia yang Mewarnai Kehidupan

Pernah berpikir kenapa jeans berwarna biru? Itu berkat kimia!
Dari pewarna sintetis karya Adolf von Baeyer hingga plastik dan baterai litium, setiap inovasi kimia mengubah cara kita hidup, bekerja, dan bergerak.

Seperti kata peraih Nobel Louis Ignarro:

🧫 Daftar Pemenang Nobel Kimia 2015–2025

TahunPemenangPencapaian

2025

Susumu Kitagawa, Richard Robson, Omar M. Yaghi

Rangka Logam-Organik (MOF)

2024

David Baker, Demis Hassabis, John Jumper

Prediksi Struktur Protein dengan AI

2023

Moungi Bawendi, Louis Brus, Alexey Ekimov

Titik Kuantum

2022

Carolyn Bertozzi, Morten Meldal, K. Barry Sharpless

Kimia Klik & Bioortogonal

2021

David MacMillan, Benjamin List

Katalisis Organik Asimetris

2020

Emmanuelle Charpentier, Jennifer Doudna

Penyuntingan Gen CRISPR

2019

John Goodenough, Stanley Whittingham, Akira Yoshino

Baterai Litium-ion

2018

Frances Arnold, George Smith, Gregory Winter

Evolusi Terarah Enzim

2017

Joachim Frank, Richard Henderson, Jacques Dubochet

Mikroskop Elektron Kriogenik

2016

Jean-Pierre Sauvage, Fraser Stoddart, Bernard Feringa

Mesin Molekuler

Lebih dari satu abad lamanya, Hadiah Nobel Kimia terus menjadi simbol kolaborasi, inovasi, dan kemajuan umat manusia.

是否希望我接下来帮你把三语版本排成对照格式(中-英-印三栏并列)?这样更适合用于新闻发布或公众号推文。

You said:

苹果欲斥资 1.4 亿美元拿下 F1 美国转播权,体育流媒体大战升级 10 月 8 日消息,据体育媒体 Puck 前天报道,继成为《F1:狂飙飞车》电影投资商后,苹果正希望获得美国奥斯汀 F1 大奖赛的独家 / 主要转播权,相关接洽事宜已接近尾声,预计将在下周公布结果。 消息人士表示,这项转播权每年需要耗资 1.4 亿美元(现汇率约合 9.99 亿元人民币),若协议顺利达成则苹果将获得美国地区的 F1 比赛转播权,而这项转播权此前掌握在 ESPN 电视网络手上,每年大约耗资 9000 万美元(IT 之家注:现汇率约合 6.42 亿元人民币)。 同时有知情人士透露,苹果在此次谈判中希望获得美国市场的独家转播权,目前美国的 F1 比赛由 F1 TV 栏目播放,而苹果的立场是,F1 TV 应暂停转播比赛,使 Apple TV + 成为独家转播平台,但 F1 TV 显然不希望失去这块蛋糕。 此外,目前还无法得知苹果是否会将 F1 比赛直播直接提供给 TV + 订阅会员,还是像 MLS 那样推出额外付费的 " 赛季通行证 " 订阅,不过知情人士指出,相关谈判结果预计将在本月 17-19 日举行的奥斯汀大奖赛公布。

ChatGPT said:

当然可以!以下是你提供的文章,经过热情且专业的改写,并分别呈现为 中文、英文与印尼语版本。每个版本都保持新闻事实的准确性,同时增强阅读的吸引力与节奏感。

📰 中文版|苹果斥资 1.4 亿美元抢 F1 美国转播权,体育流媒体大战白热化!

10 月 8 日消息,体育媒体 Puck 报道称,继投资电影《F1:狂飙飞车》后,苹果公司正计划进一步加码体育内容——豪掷 1.4 亿美元(约人民币 9.99 亿元),争夺 美国 F1 大奖赛的独家或主要转播权。目前,双方的谈判已进入最后阶段,预计最快将在下周正式公布结果。

据知情人士透露,如果交易顺利达成,苹果将取代 ESPN,成为美国地区 F1 比赛的新转播方。要知道,ESPN 目前为这项版权每年支付约 9000 万美元(约人民币 6.42 亿元),苹果的出价几乎高出一半,可见其在体育内容上的雄心。

更值得关注的是,苹果此次不仅要版权,更要 “独家”。消息称,苹果希望让 F1 TV 暂停在美国市场的直播,让 Apple TV+ 成为唯一播放平台。然而,F1 TV 显然不想轻易放弃这块价值巨大的蛋糕。

至于观看方式,目前尚不清楚苹果是否会将 F1 比赛直接纳入 TV+ 订阅服务,还是会像 MLS(美国职业足球大联盟)那样,推出额外付费的 “赛季通行证”。业内人士表示,最终结果有望在 10 月 17 日至 19 日的奥斯汀大奖赛期间揭晓。

苹果的这一步棋,意味着体育流媒体大战正全面升级。继 Netflix 靠纪录片打开局面后,苹果显然希望通过 F1 赛事将全球观众牢牢吸引在屏幕前。

🇬🇧 English Version | Apple Eyes $140 Million Bid for U.S. F1 Broadcast Rights — Sports Streaming War Heats Up

October 8, 2025 — According to a recent report by Puck, Apple is preparing to make a major move into live sports broadcasting. Following its investment in the Formula 1-themed movie “F1: Apex”, the tech giant now aims to secure exclusive or primary broadcast rights for the U.S. Formula 1 Grand Prix, with a deal valued at $140 million per year (roughly $99.9 million USD). Sources suggest that negotiations are nearly complete, and an announcement could come as early as next week.

If finalized, Apple would take over from ESPN, which currently pays around $90 million annually for the rights. Apple’s significantly higher offer demonstrates its growing ambition to expand its Apple TV+ platform beyond scripted content and into premium live sports.

Insiders say Apple is pushing for exclusive rights in the U.S. market — meaning that F1 TV would have to halt its own broadcasts in the region, allowing Apple TV+ to become the sole streaming platform for American viewers. Unsurprisingly, F1 TV is reluctant to give up this lucrative space.

It remains unclear whether Apple plans to include F1 coverage within its TV+ subscription or offer a separate “Season Pass” similar to its MLS model. Either way, details of the deal are expected to be revealed during the Austin Grand Prix, October 17–19.

This move signals a new era in the sports streaming battlefield. With Netflix thriving through sports documentaries, Apple appears ready to race full throttle into live sports dominance.

🇮🇩 Bahasa Indonesia | Apple Siapkan Dana USD 140 Juta untuk Hak Siar F1 di AS — Perang Streaming Olahraga Memanas!

8 Oktober 2025 — Menurut laporan dari media olahraga Puck, Apple kembali membuat gebrakan besar di dunia hiburan. Setelah berinvestasi dalam film bertema Formula 1 berjudul “F1: Apex”, raksasa teknologi asal Cupertino itu kini dikabarkan siap mengucurkan dana USD 140 juta per tahun (sekitar Rp 2,3 triliun) untuk memperoleh hak siar eksklusif atau utama F1 Grand Prix di Amerika Serikat. Negosiasi disebut sudah hampir rampung dan hasilnya kemungkinan diumumkan minggu depan.

Jika kesepakatan ini berhasil, Apple akan menggantikan ESPN sebagai pemegang hak siar resmi di wilayah AS. ESPN saat ini membayar sekitar USD 90 juta per tahun untuk hak yang sama, artinya tawaran Apple jauh lebih tinggi — bukti nyata ambisi perusahaan untuk memperkuat Apple TV+ dengan konten olahraga premium.

Apple dikabarkan juga ingin mendapatkan hak eksklusif penuh, yang berarti layanan F1 TV harus menghentikan siaran di pasar AS agar Apple TV+ menjadi satu-satunya platform resmi. Namun, pihak F1 TV tampaknya enggan melepaskan peluang besar ini begitu saja.

Belum diketahui apakah Apple akan menyertakan siaran F1 langsung dalam paket berlangganan TV+, atau justru menghadirkannya sebagai layanan tambahan berbayar seperti model “Season Pass” pada MLS. Menurut sumber internal, hasil akhir negosiasi kemungkinan akan diumumkan pada F1 Grand Prix Austin, 17–19 Oktober mendatang.

Langkah ini memperlihatkan bahwa persaingan streaming olahraga kini semakin panas. Setelah Netflix sukses lewat dokumenter olahraga, Apple tampaknya siap menekan pedal gas penuh untuk merebut hati penggemar olahraga di seluruh dunia.



ChatGPT can make mistakes. Check important info.