IKEA Terjebak dalam Diskon: Antara Strategi Harga Rendah dan Masa Depan Baru

Selama libur panjang Golden Week di Tiongkok, IKEA Shenzhen dipenuhi lautan pengunjung — troli macet di lorong, restoran penuh sesak, bahkan pintu toilet pun ditempeli iklan diskon.
IKEA benar-benar all out untuk menjual produk lewat strategi harga murah.
1. Diskon di Setiap Sudut
Musim libur adalah momen emas bagi ritel, dan IKEA tak mau ketinggalan.
Dari pintu masuk hingga toilet, iklan promo ada di mana-mana.
Piring dijual hanya 3 RMB, mangkuk 5 RMB — bahkan iklan diskon terpajang di balik pintu toilet pria!
Semua ini menunjukkan, IKEA tengah berjuang keras menarik pembeli dengan strategi “jual lebih banyak lewat harga murah”.
2. Menarik Kembali Kelas Menengah dan Generasi Muda
Sudah hampir 30 tahun IKEA hadir di pasar Tiongkok.
Dulu, gaya minimalis Skandinavia membuatnya jadi favorit keluarga kelas menengah dan anak muda urban.
Namun kini, perubahan ekonomi dan pola konsumsi membuat pesonanya menurun.
Sejak 2023, IKEA pun mulai menurunkan harga besar-besaran — lebih dari 550 produk murah di tahun fiskal 2024, 500 di 2025, dan 150 produk baru lagi di 2026 dengan investasi 1,6 miliar yuan.
Tujuannya jelas: membuat desain tetap terjangkau tanpa kehilangan daya tarik.
3. Dua Sisi dari Harga Murah
Harga murah memang menarik pembeli, tapi belum tentu meningkatkan pendapatan.
Data menunjukkan, meski membuka empat toko baru, pendapatan IKEA China turun dari €1,58 miliar menjadi €1,46 miliar di 2024.
Artinya, strategi “jual banyak dengan margin kecil” belum sepenuhnya efektif.
4. Langkah Selanjutnya: Lebih dari Sekadar Diskon
IKEA tahu harga murah bukan solusi jangka panjang. Maka, ada tiga langkah baru yang sedang ditempuh:
- Memperluas toko kecil (small-format stores) agar lebih dekat dengan pelanggan perkotaan;
- Masuk lebih dalam ke kota lapis kedua seperti Dongguan dan Foshan yang punya daya beli tinggi;
- Meningkatkan lokalitas produk, menghadirkan furnitur yang lebih tahan lama dan sesuai gaya hidup keluarga Tiongkok.
Merek IKEA tetap kuat, tapi masa depan tidak bisa dibangun hanya dengan diskon.
Yang akan membuat IKEA terus bertahan adalah kemampuannya berinovasi — memahami konsumen lokal, dan menciptakan nilai di luar harga.