Penelitian Baru: Penyakit Jantung Koroner Bukan Hanya Karena Lemak, Tapi Juga Dua Jenis Daging & 4 Faktor Risiko Utama

Setiap detak jantung adalah tanda kehidupan. Namun, penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi ancaman besar, terutama bagi usia lanjut. PJK terjadi ketika arteri koroner menyempit akibat aterosklerosis, menyebabkan aliran darah ke jantung berkurang, memicu angina, serangan jantung, bahkan henti jantung.
Sebuah penelitian Universitas Oxford dengan data 1,4 juta orang selama 30 tahun menemukan bahwa:
- Daging merah (sapi, kambing, babi) dan daging olahan (bacon, ham, sosis) meningkatkan risiko PJK.
- Konsumsi hanya 50 gram daging olahan per hari bisa menambah risiko sebesar 18%.
🔎 Mengapa berbahaya?
- Daging merah tinggi lemak jenuh, meningkatkan kolesterol LDL (“kolesterol jahat”);
- Produksi TMAO dari metabolisme daging mempercepat kerusakan pembuluh;
- Daging olahan kaya natrium, memicu hipertensi dan meningkatkan risiko kanker.
Sebaliknya, daging putih (ikan, ayam, seafood) lebih sehat karena mengandung protein berkualitas tinggi serta asam lemak sehat EPA dan DHA.
Selain makanan, ada 4 faktor risiko utama lain:
- Tekanan darah tinggi (khususnya hipertensi resisten);
- Pola makan tidak sehat (tinggi garam, lemak, minyak);
- Gaya hidup buruk seperti merokok dan alkohol;
- Faktor genetik, dengan risiko 70% lebih tinggi pada keluarga penderita PJK.
âś… Cara pencegahan dan pengendalian:
- Terapkan diet rendah garam dan lemak, makan dengan porsi kecil tapi sering;
- Berhenti merokok dan batasi alkohol;
- Kontrol kalori, perbanyak konsumsi ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, serta serat.
Kesimpulan: Jantung sehat dimulai dari pola makan cerdas, kebiasaan baik, dan gaya hidup seimbang.