Dua Tahun Lagi? Luke Donald Buka Peluang Jadi Kapten Ryder Cup Eropa untuk Ketiga Kalinya

Luke Donald telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu kapten terbesar dalam sejarah Ryder Cup Eropa — dan kini pertanyaannya, apakah ia akan menulis bab ketiga dengan masa jabatan bersejarah.
Baru saja membawa Eropa menang dramatis atas Amerika Serikat di New York, pria Inggris berusia 47 tahun itu mengaku belum ingin terburu-buru membuat keputusan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan memimpin tim lagi saat turnamen kembali ke Adare Manor, Irlandia, pada 2027.
Donald kini sejajar dengan Tony Jacklin sebagai satu-satunya kapten Eropa yang berhasil meraih kemenangan beruntun di kandang dan tandang. “Banyak orang bertanya kenapa saya mau melakukannya lagi setelah Roma,” ujar Donald kepada BBC Sport. “Tapi kandang dan tandang adalah tantangan berbeda, dan saya sudah membuktikan keduanya. Soal melakukannya lagi, itu harus saya pikirkan matang-matang.”
Sorakan “Dua Tahun Lagi!” Menggema
Saat Donald mengangkat trofi di Bethpage, sorakan “Two more years!” menggema dari para pemain dan ribuan penggemar — sama seperti setelah kemenangannya di Roma.
“Saya sangat tersentuh dan bersyukur,” katanya. “Saya tidak akan menutup kemungkinan. Tapi keputusan besar seperti ini butuh pertimbangan serius. Untuk saat ini, saya hanya ingin menikmati momen kemenangan ini.”
Jika menerima, Donald akan menjadi kapten pertama sejak Bernard Gallacher pada 1995 yang memimpin Eropa selama tiga edisi. Namun, jika mundur, Justin Rose disebut-sebut sebagai penerus, sementara dua wakil kaptennya, Edoardo dan Francesco Molinari, juga menjadi kandidat kuat.
Meski begitu, Shane Lowry mengingatkan: “Itu seperti menggantikan Sir Alex Ferguson — tugas yang hampir mustahil.”
Kemenangan di Tengah Kekacauan
Kemenangan Eropa tidak lepas dari kontroversi. Penonton New York kerap menunjukkan perilaku kasar hingga legenda Amerika, Tom Watson, mengaku merasa “malu”. “Saya ingin meminta maaf atas sikap kasar dan bernada jahat dari sebagian penonton Amerika,” kata juara mayor delapan kali itu.
Rory McIlroy menjadi sasaran utama ejekan, bahkan istrinya sempat terkena lemparan gelas dari tribun. Donald memuji polisi dan juga kapten AS Keegan Bradley yang berusaha menenangkan penonton. “Mayoritas orang Amerika bersikap baik, tapi perilaku segelintir orang ini harus dibahas dan diatasi,” ujarnya.
Hari Paling Menegangkan dalam Kariernya
Banyak yang mengira Eropa akan melenggang mudah menuju kemenangan, apalagi sudah unggul 11½-4½ sebelum partai tunggal hari Minggu. Namun, AS hampir saja mencatatkan comeback terbesar dalam sejarah Ryder Cup.
“Itu hari paling menegangkan dalam hidup saya di lapangan golf,” kata Donald. “Kadang saya pikir kita akan sampai ke 20 poin, lalu tiba-tiba saya takut kita bakal kalah. Benar-benar hari yang aneh.”
Akhirnya, kelegaan dan sukacita meledak ketika poin kemenangan diraih. Selebrasi pun pecah — dari sampanye yang menyembur di green, bir di konferensi pers, hingga pesta larut malam di hotel bersama keluarga, caddie, dan staf tim.
Bagi Donald, yang selama persiapan sama sekali tidak minum alkohol, malam itu jadi momen pelepasan: “Saya akhirnya minum beberapa gelas — rasanya luar biasa.”
Langkah Selanjutnya untuk Eropa
Warisan Donald kini sudah terjamin — dua kemenangan beruntun, satu di kandang dan satu di markas lawan. Kini dunia golf menunggu: akankah ia kembali untuk memimpin lagi, dan menorehkan sejarah sebagai kapten tiga kali?