Tarif AS Tertinggi Sejak 1934, Keluarga Rata-rata Bisa Keluarkan Tambahan $2.400 per Tahun

Tarif AS Tertinggi Sejak 1934, Keluarga Rata-rata Bisa Keluarkan Tambahan $2.400 per Tahun

Presiden Trump pada 31 Juli menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan “tarif resiprokal” terhadap sejumlah negara. Akibatnya, konsumen Amerika kini menghadapi beban tarif tertinggi sejak hampir satu abad terakhir. Studi terbaru dari Budget Lab Universitas Yale yang dirilis 1 Agustus menunjukkan tarif efektif rata-rata AS telah melonjak menjadi 18,3%—tertinggi sejak Undang-Undang Tarif Timbal Balik tahun 1934.

1. Beban Tambahan Bagi Rumah Tangga

Studi tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2025, rata-rata keluarga AS akan mengeluarkan tambahan biaya sebesar $2.400 akibat kebijakan tarif baru, terutama pada sektor pakaian dan alas kaki. Dalam jangka pendek, harga sepatu diprediksi naik hingga 40% dan pakaian hingga 38%. Bahkan dalam jangka panjang, harga diperkirakan tetap naik masing-masing sebesar 19% dan 17%.

Meskipun konsumen dapat menekan pengeluaran dengan memilih produk berbiaya lebih rendah, beban rata-rata tetap diperkirakan sekitar $2.000 per rumah tangga.

2. Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Risiko Pengangguran Naik

Dengan menggunakan model kebijakan real-time—yang mengasumsikan kebijakan saat ini akan berlanjut dalam jangka panjang—analis Yale memperkirakan pertumbuhan PDB riil AS akan turun 0,5 poin persentase pada 2025 dan 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan naik 0,3 poin pada akhir 2025 dan 0,7 poin pada akhir 2026.

Peringatan ini muncul di tengah laporan pekerjaan non-pertanian minggu lalu yang mengecewakan, menandakan kondisi ekonomi yang semakin sulit bagi keluarga AS.

3. Rincian Tarif: 10% hingga 41%, Berlaku 7 Agustus

Perintah Trump merinci tarif baru mulai dari 10% hingga 41% atas berbagai impor dari sejumlah negara dan kawasan, dengan sebagian besar berlaku mulai 7 Agustus. Beberapa negara mitra dagang telah mengancam akan melakukan aksi balasan, memperburuk ketegangan perdagangan global.

Penutup:

Meski AS bertujuan menghidupkan kembali sektor manufaktur melalui kebijakan tarif, biayanya kini dibebankan langsung kepada konsumen. Laporan Yale memperingatkan bahwa dampak kebijakan perdagangan bisa cepat terasa—bukan hanya di neraca perdagangan, tapi juga dalam tagihan rumah tangga dan pasar kerja yang makin tidak pasti.