Terobosan dalam Pengobatan Cedera Tulang Belakang: Implan Elektronik Ultra-Tipis Pulihkan Gerak Tikus

Cedera tulang belakang telah lama dianggap sebagai salah satu kerusakan saraf paling serius yang sulit dipulihkan, sering kali menyebabkan gangguan motorik permanen dan penurunan kualitas hidup. Namun, tim peneliti dari Selandia Baru dan Swedia kini membawa harapan baru.
Para ilmuwan dari University of Auckland dan Chalmers University of Technology berhasil mengembangkan perangkat implan elektronik ultra-tipis yang mampu mengalirkan arus listrik lembut secara tepat ke area cedera pada sumsum tulang belakang. Dalam percobaan pada tikus, metode ini terbukti mendorong regenerasi saraf dan pemulihan fungsi motorik tanpa menimbulkan peradangan atau kerusakan tambahan—menunjukkan keamanan dan kompatibilitas biologis yang tinggi.
Peneliti menjelaskan bahwa alat ini meniru medan listrik alami yang muncul selama perkembangan awal sistem saraf, membantu mengarahkan pertumbuhan sel saraf ke arah yang benar. Setelah empat minggu perawatan harian, tikus yang menerima stimulasi listrik menunjukkan peningkatan gerakan yang nyata. Pada minggu ke-12, respons terhadap sentuhan lembut juga lebih cepat dibanding kelompok kontrol yang tidak menerima terapi.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada 26 Juni di jurnal internasional bergengsi Nature Communications, dan membuka jalan baru dalam upaya penyembuhan cedera sumsum tulang belakang. Tim peneliti kini berupaya mengembangkan teknologi ini agar dapat diaplikasikan pada pasien manusia.