Media AS Peringatkan: Setelah Sukses Kilat Awal, Israel Terancam Perang Tanpa Akhir

Israel Hadapi Risiko Perang Tanpa Akhir, Kata CNN
Serangan dadakan Israel terhadap Iran mengejutkan dunia, namun analisis CNN tanggal 16 Juni mengungkap bahwa kekuatan militer tanpa rencana keluar bisa berubah menjadi konflik panjang tanpa kepastian.
Meski pesawat tempur Israel menghantam sasaran militer dan nuklir Iran hampir tanpa perlawanan, serangan balasan Iran telah menyebabkan korban jiwa di pihak Israel. Sementara itu, Amerika Serikat—meskipun membantu pertahanan udara—masih enggan ikut serta dalam serangan ofensif, membuat Israel harus mengevaluasi ulang strategi militernya.
"Hasil akhirnya akan bersifat diplomatik, bukan militer," kata seorang sumber Israel kepada CNN. Israel kini berharap aksi militer ini dapat melemahkan posisi Iran dalam negosiasi nuklir mendatang—bergeser dari niat awal untuk menghancurkan total kemampuan Iran.
Meskipun berhasil membunuh ilmuwan utama dan merusak fasilitas pengayaan, situs Fordow yang terkubur dalam tetap tak terjangkau tanpa bantuan AS. Selain itu, pengetahuan nuklir tidak bisa dihancurkan begitu saja—ancaman jangka panjang tetap ada.
Seruan Perdana Menteri Netanyahu agar warga Iran menggulingkan pemerintah mereka pun tidak membuahkan hasil. CNN mencatat, bahkan warga Iran yang tidak puas dengan pemerintah kini bersatu membela negara setelah serangan Israel.
Presiden Trump, meski mengklaim ingin damai, menolak memberi izin intervensi militer AS atau rencana pembunuhan pemimpin tertinggi Iran. Fokusnya tetap pada negosiasi, bukan memperluas konflik.
CNN menyimpulkan: tanpa garis waktu dan strategi keluar yang jelas, Israel tampaknya kembali terjebak dalam perang yang panjang dan tak pasti—seperti kampanye militer di Gaza sejak Oktober 2023.