Tencent Bantah Isu Akuisisi Nexon Senilai USD 15 Miliar, Fokus Beralih ke AI

Tencent dengan cepat membantah laporan media yang menyebutkan bahwa mereka tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi raksasa game asal Korea Selatan, Nexon, senilai USD 15 miliar. Menurut laporan Bloomberg, Tencent dikabarkan menjajaki kesepakatan dengan keluarga pendiri Nexon yang mengendalikan 48,42% saham melalui NXC. Namun pada 13 Juni, sumber dekat Tencent menegaskan: “Tencent tidak pernah menghubungi keluarga pendiri Nexon dan tidak mempertimbangkan akuisisi apa pun.”
Spekulasi ini muncul karena hubungan jangka panjang antara kedua perusahaan. Sejak 2008, Tencent mengoperasikan game andalan Nexon, Dungeon & Fighter, di Tiongkok daratan—game ini menyumbang sekitar 5–10% dari pendapatan tahunan Tencent di segmen game. Pada 2022, mereka memperluas kerja sama dengan meluncurkan NEXONTOWN, platform virtual yang dibangun di atas teknologi Tencent Cloud.
Namun, struktur kepemilikan Nexon—termasuk 10,51% saham yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi—menjadi tantangan besar bagi rencana akuisisi. Setiap perubahan signifikan dalam kepemilikan berpotensi menimbulkan pengawasan regulasi dan mengganggu kemitraan yang ada.
Analis industri menilai, penolakan cepat Tencent mencerminkan pergeseran strategi yang lebih luas. Dalam beberapa tahun terakhir, Tencent lebih fokus pada pengembangan AI, layanan cloud, dan teknologi model besar, alih-alih ekspansi melalui akuisisi besar di industri game. Di tengah meningkatnya pengawasan M&A lintas negara, langkah Tencent menghindari risiko regulasi terlihat semakin jelas.
Meski rumor akuisisi Nexon telah dibantah, peristiwa ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap sinyal konsolidasi di industri game global. Nexon sendiri belum memberikan pernyataan resmi, dan otoritas keuangan Korea Selatan belum melakukan penyelidikan. Namun, isu ini menegaskan pentingnya setiap langkah strategis dalam ekosistem game internasional.