Nissan Jual 5% Saham di Renault, Himpun ¥100 Miliar untuk Kembangkan Mobil Baru

Nissan Motor berencana menjual 5% sahamnya di mitra Prancis, Renault, untuk menghimpun dana sekitar ¥100 miliar (setara sekitar Rp10,5 triliun). Dana ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan mobil baru di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari revisi Perjanjian Aliansi pada April lalu, yang menurunkan ambang batas kepemilikan silang dari 15% menjadi 10%, membuka jalan bagi penyesuaian modal ini.
Dengan pengurangan saham ini, Nissan tidak hanya terbebas dari kewajiban investasi pada divisi mobil listrik Renault, Ampere, namun juga memperoleh izin untuk mengatur ulang kepemilikan sahamnya. CEO Ivan Espinosa, yang menjabat sejak April, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk membangun model bisnis yang lebih tangguh.
Lembaga pemeringkat Moody’s baru-baru ini menurunkan peringkat kredit Nissan ke level junk, sehingga manuver finansial ini menjadi langkah strategis. Pada Maret lalu, Renault juga telah membebaskan Nissan dari komitmen investasi sebesar €600 juta ke Ampere dan mengambil alih usaha patungan mereka di India.
Seiring semakin ketatnya persaingan industri otomotif global, langkah ini dapat mengubah keseimbangan kekuasaan dalam aliansi Renault-Nissan dan memperkuat arah strategis Nissan menuju kemandirian dalam riset dan pengembangan.