Dipermalukan di Depan 80 Ribu Penonton: Simeone Berlutut Frustrasi, Atletico Dibantai 0-4 oleh PSG

Dalam laga sengit Piala Dunia Antarklub pada malam 16 Juni waktu Beijing, Atletico Madrid menghadapi Paris Saint-Germain di Los Angeles. Namun yang terjadi jauh dari ekspektasi. Bukannya duel seimbang antar raksasa, pertandingan berubah menjadi pembantaian sepihak — Atletico kalah telak 0-4. Momen paling emosional terjadi ketika pelatih berusia 55 tahun, Diego Simeone, jatuh berlutut dan berteriak frustrasi di pinggir lapangan.
Petaka dimulai sejak menit ke-19 saat gawang Atletico jebol. PSG kembali mencetak gol di injury time babak pertama, membuat Atletico tertinggal 0-2. Di babak kedua, Clement Lenglet diganjar kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan. Kekurangan pemain, Atletico kembali kebobolan dua gol lagi. Sepanjang laga, Atletico hanya mencatat 5 tembakan, 1 tepat sasaran, dan hanya 26% penguasaan bola — benar-benar didominasi di semua lini.
Statistik menunjukkan ini adalah kekalahan terbesar Atletico musim ini dan juga yang paling memalukan sepanjang karier kepelatihan Simeone. Lebih dari 80 ribu penonton menyaksikan langsung kehancuran ini: klub yang dulu disegani di Liga Champions kini tampak seperti tim amatir. Teriakan putus asa Simeone menjadi simbol nyata dari kehancuran taktik dan mental.
Selanjutnya, Atletico akan menghadapi dua lawan yang lebih ringan: Seattle Sounders (20 Juni) dan Botafogo (24 Juni). Mampukah mereka bangkit dan menghindari kekalahan beruntun? Kita nantikan jawabannya.