Pemerintah Jepang Kembali Salurkan Cadangan Beras untuk Kendalikan Lonjakan Harga

Sejak musim panas 2024, Jepang mengalami gangguan besar pada pasokan beras akibat gelombang panas ekstrem yang menyebabkan penurunan hasil panen secara luas. Untuk menstabilkan harga pasar, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang kembali mengandalkan cadangan nasional beras. Pada 11 Juni, pemerintah meluncurkan tahap kelima penyaluran beras cadangan dengan total 120.000 ton beras hasil panen tahun 2021 yang akan didistribusikan ke hampir 100 pengecer di seluruh negeri.
Jika seluruh stok diserap pasar, pemerintah siap menambah 100.000 ton lagi dari stok tahun 2020. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah terhadap ketahanan pertanian yang rentan akibat perubahan iklim serta ancaman inflasi pangan.
Penyaluran sebelumnya telah memicu kepanikan di berbagai kota. Di wilayah seperti Kagoshima dan Hiroshima, ribuan warga mengantri sejak malam untuk mendapatkan beras murah. Media Jepang menyebut fenomena ini sebagai “Perang Beras Jepang”, mencerminkan meningkatnya kecemasan publik akan ketahanan pangan di tengah krisis iklim yang terus berlangsung.