Tesla Rilis Video Baru Robot Humanoid Optimus, Target Produksi 5.000 Unit pada 2025; Industri Robot Humanoid Semakin Mendekati Komersialisasi

Pada 21 Mei, Tesla membagikan video terbaru dari robot humanoid mereka, Optimus, yang memperlihatkan kemajuan signifikan dalam kelincahan dan kemampuan. Dalam video tersebut, robot terlihat menjalankan berbagai tugas rumah tangga seperti membuang sampah, memasak, menyedot debu, hingga menyetrika pakaian. Semua gerakan ini dikendalikan oleh satu jaringan saraf (neural network) yang belajar langsung dari video aktivitas manusia.
Berbeda dengan video sebelumnya yang hanya menampilkan Optimus berjalan dan menari, kali ini gerakan robot jauh lebih halus, realistis, dan beragam, menunjukkan bahwa robot ini semakin siap untuk skenario dunia nyata.
Elon Musk: Produksi Uji Coba 5.000 Unit Tahun Ini, Naik ke 50.000 Unit pada 2026
Dalam pengumuman pada Maret 2025, CEO Elon Musk menyatakan bahwa Tesla akan mulai produksi uji coba sebanyak 5.000 unit Optimus sebelum akhir tahun, dengan target produksi massal 50.000 unit per tahun pada 2026. Ini menjadi tonggak penting menuju industrialisasi robot humanoid.
Raksasa Teknologi Dunia Ramai-Ramai Masuk ke Industri Robot Humanoid
Sejak awal 2024, berbagai perusahaan teknologi besar gencar berinvestasi di bidang kecerdasan jasmani (embodied AI)dan robot humanoid:
- Zibianliang Robotics meraih pendanaan Seri A ratusan juta yuan, dipimpin oleh Meituan.
- Tencent Cloud memperluas kerja sama strategis dengan UFcatory.
- Huawei menandatangani perjanjian kerja sama komprehensif dengan UBTECH.
Dari sisi kebijakan, pemerintah Tiongkok telah secara resmi menyebut kecerdasan jasmani sebagai industri masa depan dalam laporan kerja tahunannya. Kota-kota seperti Beijing, Shenzhen, dan Henan telah meluncurkan berbagai kebijakan dukungan, termasuk pendanaan khusus, taman industri tematik, dan kemitraan litbang antara universitas dan perusahaan.
Proyeksi Pertumbuhan Pesat: Pasar Global Capai Rp 500 Triliun pada 2030
Menurut Laporan Industri Robot Humanoid & Embodied Intelligence 2025:
- Pasar global embodied AI diperkirakan mencapai ¥19,5 miliar (~Rp 43 triliun) pada 2025;
- Dan melonjak hingga ¥232,6 miliar (~Rp 500 triliun) pada 2030;
- Dengan CAGR (laju pertumbuhan tahunan gabungan) sebesar 64,18%.
Menurut riset Hualong Securities, industri ini kini memasuki siklus emas:
"terobosan teknologi → produksi massal & efisiensi biaya → adopsi skenario luas", dan diprediksi menjadi salah satu tema investasi utama pada 2025.
128 Emiten Saham A-Share Masuk ke Jalur Robot Humanoid
Berdasarkan data Securities Times, sebanyak 128 perusahaan Tiongkok yang terdaftar di pasar A-share telah mengembangkan lini bisnis robot humanoid. Meskipun sektor ini terkoreksi rata-rata 1,1% pekan lalu, saham seperti Joyson Electronics dan Lanjian Intelligence mencatat kenaikan lebih dari 20%.
Dalam laporan keuangan Q1:
- 67 perusahaan mencatat kenaikan laba bersih YoY;
- 9 perusahaan berbalik untung, dan 5 perusahaan berhasil memperkecil kerugian;
- Tianqi Co. mencatat lonjakan laba bersih tertinggi hingga 1701,43%, berkat kerja sama dengan UBTECHdalam implementasi robot humanoid di pabrik Zeekr dan BYD.
Dilirik Investor Institusi dan Modal Asing
Minat investor terhadap sektor ini terus meningkat:
- 38 saham telah dikunjungi oleh lebih dari 100 institusi investasi sejak awal tahun;
- Inovance, SUPCON, dan Sanhua Intelligent Controls mencatat jumlah kunjungan tertinggi, masing-masing 955, 534, dan 487.
- Inovance Technology tengah mengembangkan motor, aktuator, dan modul penggerak khusus untuk robot humanoid.
- Sanhua Intelligent mendapat investasi besar senilai ¥509 juta (~Rp 1,1 triliun) dari Kuwait Investment Authority, dan kini fokus pada aktuator biomekatronik serta ekspansi manufaktur global.
Hingga akhir kuartal pertama, 30 saham bertema robot humanoid telah dimiliki oleh QFII (investor institusi asing)dengan nilai total investasi mencapai ¥2,75 miliar (~Rp 6 triliun) — menandakan optimisme jangka panjang terhadap sektor ini.