Bertarung 84 menit hingga berkeringat deras! Wang Manyu tampak kelelahan usai laga: menghadapi pemain bertahan menguras stamina besar

Dalam perempat final tunggal putri Piala Dunia Makau 2026, Wang Manyu menang 4-2 atas Honoka Hashimoto dan melaju ke semifinal, dengan skor 8-11, 11-8, 13-11, 8-11, 11-5, 11-9. Meski hanya enam gim, pertandingan berlangsung sangat lama karena gaya bertahan khas chopper dari Hashimoto yang memperlambat ritme permainan.
Sebagai perbandingan, laga Wang Chuqin melawan Darko Jorgic yang berlangsung tujuh gim hanya memakan waktu 63 menit, sementara pertandingan ini mencapai 84 menit dan bahkan masuk ke sistem percepatan. Hal ini menunjukkan betapa besar tuntutan fisik saat menghadapi pemain bertahan.
Usai pertandingan, Wang Manyu tampak sangat kelelahan, dengan rambut basah oleh keringat. Ia menyebut laga ini sebagai “sangat, sangat, sangat sulit,” menegaskan bahwa ini adalah pertarungan mental dan daya tahan. Ia juga mengapresiasi dukungan pelatih yang terus memotivasinya untuk percaya diri hingga akhir.
Meski sudah beristirahat, raut lelah masih terlihat jelas. Ia akan menghadapi Shin Yubin di semifinal pada 6 April, dan jika menang, harus langsung bermain di final. Kondisi fisik akan menjadi faktor penentu.
Pengamat menyebut pertandingan ini “menegangkan hingga membuat sesak,” karena meski strategi Wang berjalan baik, pertahanan Hashimoto sangat solid. Ujian terbesar kini adalah stamina Wang untuk menghadapi laga berikutnya.
Tak heran, selebrasi Wang setelah pertandingan terlihat sangat emosional—mencerminkan betapa beratnya perjuangan yang ia lalui.
Di semifinal, Wang akan kembali bertemu Shin Yubin. Dari empat pertemuan sebelumnya, Wang selalu menang, termasuk kemenangan 3-1 di Singapore Smash, yang memberinya keunggulan mental.