Cunningham Bisa Jadi Satu-Satunya Kandidat MVP? Aturan 65 Pertandingan Memicu Kontroversi

Cunningham Bisa Jadi Satu-Satunya Kandidat MVP? Aturan 65 Pertandingan Memicu Kontroversi

Musim ini, aturan minimum 65 pertandingan NBA sedang memengaruhi perebutan MVP. Menurut analis Tom Haberstroh, sisa batas absen lima kandidat teratas adalah: Alexander 6, Doncic 5, Wembanyama 4, Jokic 1, Cunningham 11. Ia satu-satunya pemain yang berpeluang memenuhi 65 pertandingan, menjadikannya satu-satunya kandidat MVP yang sah.

Pendukung Cunningham menilai MVP-nya pantas. Ia membawa Pistons menonjol, melampaui Thunder, dengan rata-rata 25,3 poin, 5,8 rebound, 9,8 assist, 1,5 steal, tembakan masuk 45,5% dan 33,4% dari tiga poin. Penampilannya sepadan dengan MVP, dan menjadikannya pemain pertama Pistons yang meraih gelar ini.

Namun, kritikus merasa kasihan pada bintang lain yang kehilangan hak. Alexander, Doncic, Wembanyama, dan Jokic bermain luar biasa sepanjang musim tetapi tak bisa ikut kompetisi karena aturan 65 pertandingan. Cunningham bisa memenangkan MVP “secara default,” bukan melalui persaingan langsung dengan superstar lain. Beberapa absensi disebabkan oleh manajemen cedera atau strategi istirahat tim, bukan performa buruk.

Aturan 65 pertandingan awalnya untuk mencegah pemain terlalu sering istirahat, tetapi kenyataannya bisa memaksa bintang bermain sambil cedera atau memberi kesempatan pemain muda yang awet cedera untuk bersinar. Potensi MVP Cunningham menjadi ironi aturan ini—apakah musim ini benar-benar akan berakhir demikian? Pertanyaan itu masih terbuka.