Pada babak 1/16 final tunggal putri Singapore Smash, He Zhuojia harus mengakui keunggulan Hina Hayata dengan skor tipis 2-3.

Pada babak 1/16 final tunggal putri Singapore Smash, He Zhuojia harus mengakui keunggulan Hina Hayata dengan skor tipis 2-3.

Di gim pertama, He tampil agresif dengan posisi sangat dekat meja, mengandalkan kecepatan dan variasi penempatan bola untuk unggul 3-1. Ia menjaga tekanan hingga 7-4. Meski sempat ragu dan disamakan 7-7, ia tetap berani bermain menekan saat deuce dan menang 12-10.

Gim kedua kembali menunjukkan dominasi awal He, unggul 4-0 berkat tempo cepat yang memaksa lawan melakukan kesalahan. Namun setelah Hayata menemukan ritme, situasi berubah. Setelah imbang 16-16, He lebih sering mundur dan kualitas serangan forehand menurun, sehingga kalah tipis 16-18.

Di gim ketiga, He kembali ke strategi dekat meja dan memimpin 5-1. Walau sempat terkejar 7-7 akibat inkonsistensi forehand, ia meningkatkan agresivitas dan menang 11-7.

Gim keempat memperlihatkan peluang besar ketika lawan melakukan beberapa kesalahan dan He unggul 3-1. Sayangnya, kesalahan pada tiga pukulan awal dan kurangnya keberanian menyerang membuat skor imbang 4-4. Setelah 6-6, Hayata bermain lebih stabil sementara He ragu mengambil inisiatif, kalah 7-11.

Di gim penentuan, pertandingan sangat ketat hingga 7-7. Pada poin-poin krusial, He tampak kurang tegas dan kualitas pukulan menurun, tertinggal 7-10. Ia sempat menyamakan menjadi 10-10 saat lawan juga bermain hati-hati. Namun pada 11-11, variasi servis panjang Hayata dan perbedaan kualitas pukulan tipis membuat He kalah 11-13.

Secara keseluruhan, He Zhuojia menunjukkan kecepatan dan kemampuan taktik yang menjanjikan. Meski gagal melangkah lebih jauh, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan ketegasan dan kualitas serangan pada poin-poin krusial.