Masa depan Marcus Rashford kini menjadi sorotan, setelah Michael Carrick untuk pertama kalinya angkat bicara — dan secara halus memberi sinyal bahwa sang bintang mungkin telah memainkan laga terakhirnya bersama Manchester United.

Masa depan Marcus Rashford kini menjadi sorotan, setelah Michael Carrick untuk pertama kalinya angkat bicara — dan secara halus memberi sinyal bahwa sang bintang mungkin telah memainkan laga terakhirnya bersama Manchester United.

Carrick, yang pernah menjadi rekan setim dan juga pelatih sementara Rashford setelah kepergian Ole Gunnar Solskjaer, sebelumnya dikabarkan bisa memulangkannya jika tetap menangani tim musim depan. Namun situasinya tidak sesederhana itu. Rashford yang kini dipinjamkan ke FC Barcelona disebut tidak berkeinginan kembali ke Old Trafford.

Barcelona memiliki opsi pembelian permanen senilai €30 juta. Di sisi lain, pemilik bersama United Jim Ratcliffe dikabarkan ingin melepas Rashford demi memangkas beban gaji yang mencapai £325.000 per pekan.

Carrick mengakui realitas keras sepak bola modern. Sangat jarang pemain yang bisa setia sepanjang karier seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Gary Neville.

“Sulit untuk berkomentar,” ujar Carrick. “Marcus adalah produk akademi yang sukses besar. Namun dalam sepak bola profesional, perubahan adalah hal yang tak terhindarkan.”

Pemilu Presiden Barcelona Jadi Penentu

Masa depan Rashford juga bergantung pada pemilihan presiden Barcelona pada 15 Maret. Kandidat Javier Vilajoana bahkan membuka kemungkinan mendatangkan Harry Kane dari FC Bayern Munich.

Ia lebih mengutamakan penguatan dari internal, termasuk mempertimbangkan talenta muda Jan Virgili yang kini bermain di RCD Mallorca dan memiliki klausul pembelian kembali.

Namun Vilajoana menegaskan, jika pelatih Hansi Flick menilai Rashford sebagai opsi terbaik secara teknis, Barcelona memiliki kapasitas finansial untuk merealisasikan transfer tersebut.

Musim panas ini akan menjadi momen krusial — dan keputusan yang diambil bisa mengubah arah karier Rashford secara permanen.