Mbappé Kejar Rekor Ronaldo dengan Risiko Besar: Cedera Mengintai Jelang Liga Champions dan Piala Dunia

Dalam kekalahan 1–2 Real Madrid dari Osasuna, Kylian Mbappé bermain penuh 90 menit tanpa mencetak gol. Laporan Marca mengungkap bahwa ia telah bermain dalam kondisi cedera selama 2–3 bulan terakhir — demi mencetak lebih banyak gol dan menyamai rekor Cristiano Ronaldo.
Ambisi besar itu kini menimbulkan kekhawatiran.
Awal Cedera
Cedera bermula pada 7 Desember saat Mbappé mengalami keseleo lutut kiri dalam laga melawan Celta Vigo. Ia sempat absen di laga Liga Champions melawan Manchester City.
Namun ia kembali dengan cepat, mencetak gol dalam dua laga La Liga berturut-turut dan dua gol di Copa del Rey. Meski demikian, lututnya belum sepenuhnya pulih.
59 Gol dan Rekor Disamai
Meski dokter tim menyarankan istirahat minimal tiga minggu, Mbappé memilih kembali lebih cepat demi mengejar rekor. Hasilnya, ia mencetak 59 gol sepanjang 2025 dan menyamai rekor Ronaldo. Saat gol ke-59 tercipta, ia bahkan meniru selebrasi khas Ronaldo.
Prestasi tercapai — tetapi risiko meningkat.
Tanda-Tanda Kelelahan
Dalam laga melawan Benfica dan Osasuna, intensitas sprint dan pergerakannya terlihat menurun. Beban fisik mulai menunjukkan dampaknya.
Pelatih baru Álvaro Arbeloa sangat bergantung padanya. Dalam empat kemenangan liga terakhir, Mbappé selalu mencetak gol.
Namun pertanyaannya: sampai kapan tubuhnya mampu bertahan?
Tekanan Ganda
Memasuki periode FIFA bulan Maret, Mbappé hampir pasti membela timnas Prancis. Faktor sponsor — termasuk kontrak Nike senilai €100 juta per tahun — juga ikut berperan.
Kini ia menghadapi tekanan ganda:
- Real Madrid membutuhkan golnya di Liga Champions
- Prancis membutuhkan kebugarannya untuk Piala Dunia
Beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan. Jika cederanya memburuk, dampaknya bisa memengaruhi dua panggung terbesar sepak bola dunia.
Ambisi membawa kejayaan. Namun kesehatan menentukan masa depan.