Rp100 Juta untuk Tesla Model 3 Bekas 180.000 km vs Model Baru: Hasil Uji Jarak Tempuhnya Mengejutkan

Pada 8 Februari, Fast Technology menyoroti satu pertanyaan yang sering muncul di benak calon pembeli: apakah membeli Tesla bekas seharga 100 ribu yuan benar-benar sepadan?
Belum lama ini, Dongchedi melakukan analisis perbandingan antara tiga mobil bekas yang dibeli dengan harga sekitar 100 ribu yuan dan Tesla Model 3 model baru tahun 2025. Hasilnya cukup mengejutkan.
Dalam pengujian tersebut, tim membandingkan empat unit Model 3 secara langsung, dengan fokus pada aspek-aspek penting di penggunaan nyata—mulai dari kualitas kerapatan bodi (sealing), kemampuan jarak tempuh, akselerasi 0–100 km/jam, performa pengisian daya, hingga kelancaran sistem infotainment (head unit).
Kesimpulannya, meski Tesla bekas menunjukkan sejumlah kekurangan seperti pengisian daya yang kurang stabil dan penurunan performa sealing, pengalaman berkendara secara keseluruhan ternyata tidak terpaut jauh dibandingkan unit baru.
Yang paling menarik, sebuah Model 3 bekas dengan jarak tempuh 176.000 km masih mencatat tingkat capaian jarak tempuh di atas 80%. Angka ini tidak berbeda terlalu jauh dari capaian 88% yang dicatat Model 3 baru versi 2025.
Tentu saja, mobil bekas tetap memiliki catatan penting. Pada unit dengan jarak tempuh tinggi, dampaknya lebih terasa pada kerapatan bodi dan kemampuan peredaman suara kabin, sehingga perbedaan di area ini menjadi lebih mudah dikenali ketika dibandingkan dengan mobil baru.
Menurut analisis teknisi, salah satu penyebab utamanya terkait desain pintu tanpa bingkai (frameless door) pada Model 3. Seiring frekuensi buka-tutup pintu yang tinggi, karet/seal pintu lebih rentan mengalami penuaan dan aus. Menariknya, penurunan performa seal ini disebut bukan terutama akibat cuaca dingin di wilayah utara, melainkan lebih karena pemakaian mekanis jangka panjang.