Australian Open: Sabalenka Dihukum karena Berteriak, Namun Tetap Lolos ke Final

Australian Open: Sabalenka Dihukum karena Berteriak, Namun Tetap Lolos ke Final

Pada 29 Januari, semifinal tunggal putri Australian Open menghadirkan momen dramatis. Pemain peringkat 1 dunia Aryna Sabalenka menghadapi peringkat 12 Elina Svitolina. Sabalenka menang dua set langsung, menembus final Australian Open untuk keempat kalinya berturut-turut.

Momen langka terjadi di set pertama, game ke-4: Sabalenka diberikan hukuman kehilangan satu poin karena teriakannya saat memukul bola, yang dianggap mengganggu lawan (hindrance) saat Svitolina melakukan servis. Saat itu, Sabalenka memimpin 2-1, membuat kedua pemain tampak terkejut.

Melalui tinjauan video, wasit menegaskan keputusan tersebut: teriakan Sabalenka tidak hanya terdengar saat memukul, tetapi berlanjut saat bola berada di sisi lawan, cukup untuk mengganggu permainan. Poin pun tetap hilang.

Meski kehilangan poin, Sabalenka segera kembali fokus. Ia berhasil mematahkan servis Svitolina di game ke-4, lagi di game ke-8, dan memenangkan set pertama 6-2. Selanjutnya, ia menutup set kedua 6-3, memastikan langkah ke final.