Di Extraordinary Prosecution View, Hera Chan mengalami terobosan besar dalam adegan menangis, mengaku “tersadar” berkat satu kalimat dari Lai Wai-ling

(Hong Kong, 28 Januari) Aktris Hong Kong Hera Chan Hiu-wah (陈晓华) mendapat banyak pujian lewat perannya sebagai Qin Xiangyan dalam drama TVB 非常检控观. Sejumlah adegan tangisnya dinilai mengalir natural, terkontrol, dan punya lapisan emosi yang kuat. Dalam wawancara terbaru, ia mengungkap “lompatan” aktingnya kali ini ternyata dipicu oleh satu kalimat sederhana dari aktris senior Elaine Yiu (Lai Wai-ling/赖慰玲)—kalimat yang mengubah cara pandangnya dalam memainkan adegan emosional, hingga ia memahami konsep “air mata yang berani”.
Chan bercerita, saat memerankan Qin Xiangyan, ia tidak ingin menangis dengan pola pikir “aku sangat malang”. Setelah mendapat pencerahan dari Lai, ia melihat air mata karakter tersebut bukan sekadar sedih atau mengasihani diri sendiri, melainkan campuran rasa sakit dan keberanian. Menurutnya, Qin ingin lepas dari segalanya—meski terasa sakit, ia tetap memilih “memutuskan” dengan tangannya sendiri. Pendekatan emosi yang lebih kompleks ini membuat adegan tangisnya terasa lebih meyakinkan dan menyentuh penonton.
Soal perkembangan akting, Chan memuji Lai sebagai “guru, analis, dan rekan yang sangat baik”. Ia mengatakan, hanya satu kalimat ringan sudah memengaruhi cara ia memikirkan adegan emosi sepanjang proses syuting. Meski tidak menyebutkan kalimat persisnya, ia menekankan bahwa untuk menampilkan emosi yang “sakit tapi berani”, seorang aktor harus berada dalam kondisi batin yang rileks—dan arahan Lai membantunya mencapai kondisi tersebut.
Chan juga menyoroti pentingnya kepercayaan dengan lawan main. Ia mengaku sudah lama bekerja sama dengan Edwin Siu (何广沛), sehingga terbentuk rasa percaya dan chemistry yang kuat. Karena itu, ia bisa tampil lebih lepas dan jujur saat masuk ke karakter, terutama dalam rangkaian adegan berhadapan dengan lawan mainnya, sehingga teori yang ia dapatkan bisa benar-benar terasa dalam performa di layar.