Merasa dirugikan! Guangdong terkena dua salah keputusan yang fatal—media menilai York menginjak garis, sementara “Jiazheng” hanya bayangan sepatu yang terlihat menyentuh garis.

Guangdong kalah, dan kekalahan ini sangat menyakitkan. Setelah memimpin hampir sepanjang pertandingan, mereka justru tumbang di overtime akibat tripoin “ajaib” York, kalah satu poin dari Zhejiang. Tapi yang lebih membuat marah para pendukung Guangdong adalah: ini bukan sekadar kalah tipis, melainkan kalah dengan cara yang tidak adil.
Di menit-menit akhir overtime, dua keputusan wasit yang sangat kontroversial secara langsung mengubah hasil pertandingan. Guangdong bukan benar-benar dikalahkan oleh Zhejiang, melainkan oleh keputusan wasit.
Kontroversi pertama datang dari tembakan tiga angka Chen Jiazheng. Wasit memang melihat replay dan memutuskan bahwa Chen menginjak garis, tetapi masalahnya adalah waktu pengambilan keputusan. Wasit baru meninjau ulang setelah satu possession berikutnya sudah dimainkan. Padahal, situasi skor imbang dan unggul satu poin membutuhkan pendekatan strategi yang sangat berbeda. Keputusan yang terlambat ini jelas mengacaukan rencana serangan Guangdong.
Lebih parah lagi, sejumlah jurnalis olahraga kemudian membagikan video yang menunjukkan Chen sebenarnya tidak menginjak garis. Menurut “The Most Interesting Sports Blogger,” yang terlihat menyentuh garis hanyalah bayangan sepatu, bukan sepatunya sendiri. Kesalahan persepsi ini mengubah tripoin menjadi dua poin—keputusan yang sangat merugikan.
Kontroversi kedua terjadi pada tembakan penentu kemenangan York. Rekaman ulang menunjukkan kaki York menginjak garis samping sebelum melepaskan tembakan, namun wasit tidak meniup pelanggaran dan tetap mengesahkan poin tersebut. Pelatih Du Feng terlihat sangat marah dan terus memprotes, tetapi wasit tidak menggubris. Jika replay sudah dilihat dan tetap diabaikan, itu semakin sulit diterima.
Selain itu, masih ada keputusan lain yang merugikan Guangdong. Di overtime, Quinn didorong keluar lapangan oleh Johansson dengan jelas, tetapi tidak ada pelanggaran yang diberikan. Tiga kesalahan besar wasit—satu saja diperbaiki, hasil pertandingan bisa berbeda.
Guangdong tidak kalah karena kualitas. Mereka kalah karena keputusan wasit. Kekalahan ini benar-benar terasa tidak adil. Menurut kalian bagaimana?