Apakah penggunaan baterai mobil harus sesuai syariat Islam? Perodua akhirnya memberikan pernyataan resmi.

Apakah penggunaan baterai mobil harus sesuai syariat Islam? Perodua akhirnya memberikan pernyataan resmi.

(Kuala Lumpur) Perodua mengeluarkan klarifikasi terkait kebingungan yang muncul setelah sebuah dokumen program Battery-as-a-Service (BaaS) yang beredar di media sosial mencantumkan syarat penggunaan “sesuai syariat Islam (Shariah compliant)”. Pernyataan tersebut sempat membuat publik salah paham.

Perodua menjelaskan bahwa bagian yang menjadi kontroversi itu merupakan akibat miskomunikasi dan menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah berniat mewajibkan pengguna mematuhi ajaran Islam dalam menggunakan baterai maupun kendaraan.

CEO Perodua, Datuk Seri Zainal Abidin Ahmad, menyatakan bahwa kalimat yang dipermasalahkan tersebut “tersampaikan secara keliru”, terutama bagian yang berkaitan dengan syariat Islam. Ia menegaskan, “Kami tidak pernah mengharuskan pelanggan untuk menggunakan kendaraan mereka mengikuti ketentuan syariat.”

Untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut, Perodua telah memperbarui dokumen BaaS dan menghapus klausul yang sebelumnya menyebutkan bahwa kendaraan dan baterai “hanya boleh digunakan sesuai syariat.”

Perusahaan menjelaskan bahwa model sewa baterai ini mengikuti konsep keuangan Islam bernama Operating Ijarah, namun hal tersebut tidak memengaruhi atau membatasi cara pelanggan menggunakan kendaraan mereka.