Di balik populernya aplikasi ini, terlihat bahwa fase baru AI sedang bergerak dari sekadar mengobrol menjadi benar-benar menyelesaikan tugas.

Dalam satu minggu terakhir, aplikasi AI Lingguang (“Cahaya Inspirasi”) menjadi viral dengan kecepatan yang mengejutkan. Diluncurkan pada 18 November, jumlah penggunanya menembus 1 juta pada tanggal 22, dan mencapai 2 juta unduhan pada tanggal 24—melampaui laju pertumbuhan ChatGPT, Claude, dan bahkan Sora milik OpenAI.
Lonjakan pengguna begitu besar hingga server Lingguang sempat tumbang pada hari ketiga, sebelum ditambah kapasitasnya delapan kali. Saat ini aplikasi tersebut berada di peringkat atas App Store Tiongkok. Di balik ledakan ini, terlihat perubahan besar di dunia AI: dari fase mengobrol menuju menyelesaikan tugas.
Mengapa bisa seheboh itu?
Fitur utama Lingguang adalah Flash Apps—pengguna dapat membuat aplikasi mini hanya dalam 30 detik melalui percakapan, tanpa perlu menulis kode. Ini menarik pekerja kantoran, pelajar, orang tua, dan berbagai komunitas lain untuk membuat alat seperti generator teks, penerjemah, aplikasi belajar, kalkulator kebiasaan, hingga game retro.
Lingguang juga menonjol karena “estetika informasi”: jawaban singkat namun padat, lengkap dengan gambar atau animasi 3D untuk menjelaskan konsep kompleks secara visual.
Era baru: AI yang benar-benar bisa “bekerja”
Saat kemampuan percakapan model AI makin mirip, kompetisi bergeser ke kemampuan menyelesaikan tugas. Lingguang menunjukkan bahwa pengguna menginginkan AI yang bisa membantu mereka melakukan sesuatu, bukan sekadar berbicara. Dengan membuat pembuatan aplikasi semudah berbicara, AI menjadi alat produktivitas yang dapat digunakan semua orang.
Tren luas: multimodal + kegunaan praktis
Google Gemini 3, perangkat multimodal OpenAI, dan kartu rekaman AI dari Plaud sama-sama menandakan pergeseran menuju AI yang lebih praktis dan interaktif. Lingguang juga berencana meningkatkan kemampuan pemrograman serta teknologi grafis seperti SVG, sehingga kelak mampu memberikan penjelasan dinamis—bahkan untuk topik seperti mekanika kuantum.
Singkatnya, Lingguang memunculkan paradigma baru: AI yang berevolusi dari alat percakapan menjadi mesin produktivitas, mempercepat hadirnya era AI yang benar-benar bermanfaat bagi semua orang.