Flare Matahari X4.0 Meletus dari Area Aktif 14274 — Peringatan dari Administrasi Meteorologi Tiongkok soal Dampak pada Komunikasi Bumi

Flare Matahari X4.0 Meletus dari Area Aktif 14274 — Peringatan dari Administrasi Meteorologi Tiongkok soal Dampak pada Komunikasi Bumi

Menurut informasi dari Pusat Pemantauan dan Peringatan Cuaca Antariksa Nasional di bawah Administrasi Meteorologi Tiongkok, sebuah flare matahari kuat kelas X4.0 meletus dari area aktif 14274 pada pukul 16.30 waktu Beijing, 14 November.

Ini merupakan flare kelas X kelima yang muncul dari area aktif tersebut selama siklus rotasi matahari saat ini. Seiring rotasi matahari berlanjut, area ini akan segera bergerak keluar dari sisi Matahari yang terlihat dari Bumi.

Karena flare terjadi pada siang hari di sebagian besar wilayah Tiongkok, peningkatan radiasi matahari memicu perubahan cepat pada lingkungan ionosfer. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan sementara pada komunikasi radio gelombang pendek.

Erupsi ini juga memicu lontaran massa korona (CME). Namun, karena titik letusannya berada di sisi timur laut Matahari, arah pergerakan material tersebut agak menyimpang dari posisi Bumi, sehingga dampaknya lebih terbatas.

Meski begitu, para ahli memprediksi kemungkinan terjadinya badai geomagnetik ringan dalam beberapa hari ke depan. Intensitasnya diperkirakan tidak besar—sebuah “kesempatan istirahat” bagi para pemburu aurora yang sebelumnya telah berhari-hari mengejar pertunjukan cahaya langit yang spektakuler.

Meteorolog memperkirakan bahwa dalam tiga hari mendatang, tingkat aktivitas matahari akan tetap rendah dengan kemungkinan kecil terjadinya flare kelas M atau yang lebih kuat. Pada tanggal 16–17 November mungkin muncul badai geomagnetik kecil, sementara di hari lainnya kondisi geomagnetik diperkirakan tenang hingga sedikit terganggu.

Fluks proton berenergi tinggi di atas 10 MeV pada orbit geostasioner diproyeksikan tetap pada tingkat latar belakang. Sementara itu, fluks elektron berenergi tinggi di atas 2 MeV akan berada pada tingkat harian sedang. Cuaca ionosfer secara umum diperkirakan tetap stabil.

Flare matahari sendiri merupakan salah satu fenomena paling eksplosif dan energetik di atmosfer Matahari. Peristiwa ini terjadi ketika medan magnet lokal melepaskan energi dalam jumlah besar dalam waktu singkat, menghasilkan peningkatan radiasi di berbagai panjang gelombang, gerakan plasma, dan percepatan partikel.

Beruntung, atmosfer dan medan magnet Bumi memberikan perlindungan yang kuat, sehingga dampak flare seperti ini terhadap manusia di permukaan bumi biasanya sangat terbatas.