Gelombang PHK di AS Semakin Besar, Pasar Tenaga Kerja Mulai Waspada

Gelombang pemutusan hubungan kerja sedang melanda perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat. Starbucks, Amazon, dan Target ikut mengumumkan PHK massal — tanda berakhirnya era “penimbunan tenaga kerja” pasca pandemi. Ekonom memperingatkan, ini bisa menjadi sinyal awal perubahan besar di pasar kerja.
Hingga September, total PHK di AS hampir mencapai 950.000 orang, tertinggi sejak tahun 2020. Sektor teknologi, ritel, bahkan pemerintahan terkena dampak.
Kemajuan teknologi AI dan otomatisasi membuat perusahaan lebih berani memangkas tenaga kerja. Meski The Fed menyebut pasar kerja “hanya mendingin perlahan”, laju PHK menunjukkan tekanan yang semakin nyata.
Kini banyak perusahaan beralih ke tenaga kerja kontrak sementara, mencerminkan fase baru restrukturisasi pasar tenaga kerja Amerika yang lebih berhati-hati.