Peraih Nobel: Di Era AI, Gelar Akademik Mungkin Tak Lagi Sepenting Dulu

Seiring semakin meluasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), pandangan lama bahwa gelar tinggi berarti masa depan cerah mulai goyah.
Michael Levitt, pemenang Hadiah Nobel Kimia dan profesor di Universitas Stanford, menyampaikan pandangan yang cukup berani dalam sebuah wawancara:
Menurut Levitt, kemajuan AI akan membuat pentingnya gelar akademik semakin berkurang.
Ia mencontohkan para pendiri raksasa teknologi seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Larry Page, dan Sergey Brin — semuanya putus kuliah.
Levitt menegaskan bahwa di masa depan, kemampuan menggunakan AI akan lebih berharga daripada selembar ijazah.
AI membuat pengetahuan menjadi langsung dan mudah diakses. Bahkan seseorang yang tidak bisa membaca pun, cukup dengan berbicara, dapat belajar dan bekerja dengan bantuan AI.
Apakah kamu setuju bahwa AI perlahan membuat gelar akademik kehilangan maknanya?